Showing posts with label Ikhwanul-muslimin. Show all posts
Showing posts with label Ikhwanul-muslimin. Show all posts

Thursday, June 27, 2019

(sultan) ikhwanul muslimin


Nama   : M sultan hakim
Nim     : B01217028
Kelas   : A2

Ikhwanul Muslimin


A      Objek Kajian

a.       Formal:            Ilmu Kalam
b.      Material:          Ilmu Kalam Sejarah Ikhwanul Muslimin dan Aktivitas Politik

B       Penyajian Data

Sejarah Ikhwanul Muslimin

Kajian mengenai Ikhwanul Muslimin, tidak bisa dilepaskan dengan sosok Hasan al-Banna sebagai pencetus gerakan Ikhwanul Muslimin. Hasan al-Banna dilahirkan pada tahun 1906 di desa Al-Mahmudiyah, salah satu desa di wilayah al-Buhairah, Ismailiah, Mesir. Ia dibesarkan dalam keluarga pengarang dan ulama As –Sunnah Al- Muthahharah. Sejak kecil Hasan al-Banna dididik dalam lingkungan rumah tangga yang mempunyai perpustakaan yang cukup lengkap. Ayahnya membimbingnya secara langsung menghapal al-Quran serta senantiasa memberi dorongan membaca di perpustakaannya yang penuh dengan buku.
Gerakan Ikhwan didirikan di Ismailiyah pada tahun 1928 oleh Hasan al-Banna (1906-1949) untuk menyebarkan Islam berdasarkan “Cinta, Persaudaraan dan Persahabatan”. Ia tumbuh dalam keluarga taat beragama. Ia menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di Mahmudiyah, kemudian pergi ke Damanhur untuk belajar di sekolah guru.dari sini, al-Banna pindah ke Kairo untuk belajar di Dar Al-Ulum, cabang Al-Azhar. Selama periode ini, ia sering menghadiri pertemuan-pertemuan kelompok Islam yang berasosiasi dengan al-Manar, jurnal yang diterbitkan oleh Muhammad Rasyid Ridha, yang memberikan dasar bagi semangat konservatif Rasyid Ridha.
Sejarah lahirnya Ikhwanul Muslimin, berawal pada bulan Zulkaidah 1346 H/ bulan Maret 1928 M, Hasan al-Banna didatangi oleh enam orang yang mengaku tertarik dan terkesan pada dakwah-dakwahnya. Mereka itu antara lain adalah: Hafidz Abdul, Ahmad al-Husyary, Fuad Ibrahim, Ismael Izz, Zaki al-Maghriby, serta Abdurahman Hasbullah. Sebagian besar pekerjaan mereka adalah wiraswasta. Mereka berenam bermaksud menggabungkan diri dan menawarkan sebagian dari kekayaan yang mereka miliki untuk kepentingan tersebut. Hasan al- Banna menerima mereka dan mengusulkan nama “Ikhwanul Muslimin”. Alasannnya karena tujuan mereka bersatu dalam sebuah persaudaraan tersebut, semata-mata untuk mengabdi kepada Islam, sehingga, sangat tepat jika kelompok ini diberi nama Ikhwanul Muslimin yang berarti Persaudaraan Islam.
Masa Perkembangan Ikhwanul Muslimin
Fase perkembangan Ikhwanul Muslimin dapat dikelompokkan dalam beberapa fase sebagai berikut. Di dalam bukunya Ustman Mu’iz Ruslan dengan judul Pendidikan Politik Ikhwanul Muslimin (2000) terbagi menjadi empat fase antara lain:


Fase Perintisan (1928-1932)

Konsentrasi al-Banna pada fase awal ini lebihtertuju pada gerakan dakwah dan tarbiyahnya. Ia menginginkan agar dakwahnya tidak terbatas pada kaum muslimin, tetapi menjadi dakwah yang universal. Segera setelah keenam pekerja yang berbaiat kepadanya, mereka melakukan pembangunan kantor pusat Ikhwan di Ismailia.

Fase Pembinaan dan Perkembangan (1932-1939)

Kantor pusat berpindah ke Kairo pada tahun 1932, hal ini berpengaruh terhadap perkembangan kependidikan dan tabligh yang semakin pesat.
Selain hal itu, pengaruh Ikhwan maupun misi publik ambisius al-Banna membawanya terlibat dalam politik nasional. Pada tahun 1936, dia menulis surat kepada raja, perdana menteri, dan penguasa Arab lainnya, untuk mendorong mereka mempromosikan tatanan Islam, dua tahun kemudian, Banna menyeru kepada raja membubarkan partai-partai politik di Mesir, karena partai-partai tersebut korupsi dan berdampak memecah belah negara.

Fase Pembinaan Dan Perjuangan (1939-1952)

Ikhwan memanfaatkan terjadinya perang dunia ke II (kesibukan penguasa dan penjajah) untuk mengokohkan usaha menyempurnakan berbagai unsur kekuatan dalam rangka menyampaikan dakwah Ikhwan kepada semua individu di Mesir, membentuk cabang-cabang Ikhwan di setiap desa dan kota, dan mengikat mereka yang komitmen kepada dakwah dengan ikatan yang kuat.

Masa Revolusi (23 Juli 1952-Oktober 1954)

Salah satu aktivitas ikhwanul muslimin pada masa ini yaitu. Aktifitas politik Ikhwanul Muslimin sejak tahun 1954 bagi anggotanya mempunyai tujuan edukatif politis. Mereka menjadikan kegiatan-kegiatan politik (seperti pemboikotan, muktamar, dan sebagainya) sebagai sarana untuk membentuk mobilitas politik dan target-target politik tertentu. (Maria Ulfa, 2016)

C      Premis


1.      Pencetus gerakan Ikhwanul Muslimin yaitu Hasan al-Banna di Mesir.
2.      Fase-fase perkembangan gerakan ikhwanul muslimin yaitu; Fase Perintisan (1928-1932), Fase Pembinaan dan Perkembangan (1932-1939), fase pembinaan dan perjuangan (1939-1952).
3.      Aktifitas politik Ikhwanul Muslimin sejak tahun 1954 bagi anggotanya mempunyai tujuan edukatif politis. Mereka menjadikan kegiatan-kegiatan politik (seperti pemboikotan, muktamar, dan sebagainya) sebagai sarana untuk membentuk mobilitas politik dan target-target politik tertentu.



D      Kongklusi

Ikwanul Muslimin yang berarti persaudaraan islam yang dicetuskan oleh Hasan al-Banna di Mesir ini memiliki pergerakan-pergerakan dakwah pada setiap fasenya hingga pada masa revolusi mereka juga memiliki aktivitas politik dalam gerakannya, yang mempunyai tujuan edukatif  politis. Mereka melakukan pemboikotan, muktamar sebagai sarana gerekan politik mereka.

Read more

Tuesday, April 23, 2019

Irene Wulansari - Ikhwanul Muslimin


Nama: Irene Wulansari
NIM: B01217023

Objek kajian:
Kajian formal  : teologi Ikhwanul Muslimin
Kajian material            : ilmu kalam
Ikhwanul Muslimin
Gerakan Jamaah Ikhwan dimulai pada Dzulhijjah tahun 1346 H atau 1928 M. Di Ismailia, lalu berpindah ke Kairo pada tahun 1932. Gerakan ini didirikan oleh Hasan Al-Banna (1905-1949). Hasan al-Banna, putra seorang tukang jam yang juga ulama. Ketika usia aliyah keinginannya untuk berjuang di medan dakwah semakin menggelora sehingga mengantarkan untuk bergabung ke kelompok tarekat Al-Hashafiyah. Ia pun memisahkan dari Hashafiyah-tanpa memutuskan hubungan baik yang terjalin-untuk mebuat kelompok dakwah sendiri, yang berorientasi perbaikan sosial tanpa meninggalkan tradisi wiridnya. Dari sinilah dakwah ikhwan memulai langkahnya, hingga akhirnya menjadi organisasi dakwah yang disegani, yang pengaruhnya bukan saja Mesir, namun menyebar ke seluruh dunia.
Pamela maher wijaya, Pemikiranv politik Ikhwanul Muslimin, 16 April 2019,  https://agendapamel.wordpress.com/politik-islam/pemikiran-politik-ikhwanul-muslimin/

Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan perbaikan terhadap beberapa hal:
  1. Perbaikan terhadap diri sendiri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah swt, menambah wawasan untuk urusan dunia dan akhirat.
  2. Membentuk keluarga yang islami yakni dengan mendidik istri dan anak-anak, membiasakan dan membimbing setiap anggota keluarga agar menegakkan prinsip-prinsip Islam.
  3. Melakukan bimbingan terhadap masyarakat dengan menyebarkan dakwah, mengajarkan kebaikan, memberikan pemahaman terhadap Islam secara  berkelanjutan.
  4. Membebaskan tanah air (negara) dari kekuasaan penguasa asing dari segala bidang seperti politik, ekonomi dan moral.
  5. Memperbaiki keadaan pemerintah agar tidak menzhalimi rakyat dan menunaikan kewajiban-kewajibannya dan menerapkan hukum-hukum dan ajaran Islam.
  6. Berusaha menegakkan kembali kekhalifan yang menyatukan seluruh umat muslim di dunia dengan menegakkan syariah dengan jalan dakwah.

Miftah Pratiwi Nazafa (2017) Gerakan Islam Transnasional: Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir Indonesia, Salafi dan Jamaah Tabligh, 16 April 2019, https://www.academia.edu/33786096/Gerakan_Islam_Transnasional_Ikhwanul_Muslimin_Hizbut_Tahrir_Indonesia_Salafi_dan_Jamaah_Tabligh

Beberapa hal yang membuat Ikhwanul Muslimin secara signifikan meningkatkan jumlah cabang dan anggotanya:
Pertama, IM memberikan layanan kepada masyarakat, seperti layanan pendidikan bagi laki-laki dan perempuan, perawatan medis yang murah, bantuan keuangan dan keterampilan kerja dengan skema pelatihan, (Zahid, 2010:60-61).Penyediaan layanan membawa jutaan warga Mesir terhubung langsung dengan IM dan yang paling penting adalah IM menunjukkan kemampuannya menyampaikan sebuah janji perbaikan sosial hjdan ekonomi kepada penduduk Mesir.

Kedua, munculnya pemikiran radikal yang mendorong perlawanan frontal terhadap rezim yang dipandang telah menyengsarakan rakyat. Pemikiran ini dibawa seorang pemikir bernama Sayyid Qutb. Qutb awalnya adalah pegawai negeri di Kementerian Pendidikan yang dikirim untuk belajar ke AS selama dua setengah tahun. Masa tinggalnya di AS telah memunculkan pemikiran perlawanan terhadap Barat yang disebutnya ‘jahiliyah’. Pada tahun 1951, Qutb kembali dari AS, bergabung dengan IM, dan segera menjadi tokoh penting dalam struktur IM.

Ketiga, isu Palestina juga menjadi faktor penting dalam berkembangnya IM. Israel dideklarasikan tahun 1948 dengan berlandaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1947 yang memberikan sebagian tanah Palestina untuk dijadikan negara khusus Yahudi. Menurut IM, Israel adalah entitas yang didukung oleh semua kekuatan anti-Islam. Di saat yang sama, pandangan ini juga didukung oleh para ulama mainstream, misalnya ulama Al Azhar, ‘Ali Jadd al Haqq, menyatakan bahwa kekuata grra Arab terus dipecah-belah.” (Wickhman, 2013:112).
Rijal Mahmud (2018) genealogi gerakan Ikhwanul muslimin dan Al Qaeda di Timur Tengah, 16 April 2019

Premis
  1. Gerakan Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan Al Banna pada tahun 1346 H atau 1928 M.
  2. Untuk mewujudkan masyarakat Islam yang unggul perbaikan terhadap diri sendiri dengan menambah wawasan untuk urusan dunia dan akhirat, membimbing setiap anggota keluarga agar menegakkan prinsip-prinsip Islam, memberikan pemahaman terhadap Islam secara  berkelanjutan, Memperbaiki keadaan pemerintah agar tidak menzhalimi rakyat, berusaha menegakkan kembali kekhalifan yang menyatukan seluruh umat muslim di dunia.
  3. Keberhasilan Ikhwanul Muslimin meningkatkan jumlah cabang dan anggota karena memberikan layanan kepada masyarakat, mendorong perlawanan frontal terhadap rezim yang dipandang telah menyengsarakan rakyat, ikut berpartisipasi dalam pembebasan Palestina.

Konklusi
Gerakan Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan Al Banna untuk mewujudkan masyarakat Islam yang unggul keberhasilannya dalam mempebanyak cabang dan anggota dikarenakan keberpihakannya terhadap rakyat.

Read more

Milawati Ainun Nisa "Ikhwanul Muslimin"

Nama: Milawati Ainun Nisa
Kelas: A2
Nim: B91217076

Ikhwanul Muslimin
Sejarah Ikhwanul Muslimin
  Al-Ikhwan Al-Muslimun didirikan oleh Hasan Al-Banna di Mesir, seorang yang awalnya guru madrasah Islam kemudian menjadi tokoh politik oposisi Mesir, bersama dengan enam orang rekannya di kota Ismailiyah pada bulan Maret 1928. Ikhwanul Muslimin (IM) dalam bahasa Arab yaitu Al-Ikhwan Al-Muslimun atau secara ringkas yaitu Al-Ikhwan dalam bahasa Melayu yaitu saudara se-Muslim atau dalam bahasa Inggris yaitu Muslim Brotherhood, merupakan suatu gerakan berdasarkan ideologi Islam yang jaringannya berskala antarbangsa yang mempunyai pengaruh di negara-negara di dunia. Ikhwanul Muslimin yang nantinya disebut IM, merupakan gerakan Islamis tertua di dunia dan juga sejak lama sebagai kelompok oposisi terbesar di Mesir.
Ikhwanul Muslimin didirikan di Mesir pada tahun 1928, pembentukan itu di pelopori oleh Hassan al-Banna dan enam orang rekannnya. Sebelum terbentuknya Ikhwanul Muslimin, pendirinya, Hassan al-Banna, telah lebih dahulu melakukan kegiatan-kegiatan dawah. IM memiliki prinsip dasar untuk memperjuangkan ajaran Islam sebagai ajaran dasar dan kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dalam gerakan dan pemikirannya, Ikhwanul Muslimin mewakili masyarakat Mesir yang semakin resah dengan ulah pemimpin politik dan tokoh intelektual Mesir yang sekuler5 dan IM menjadi pionir bagi gerakan Islam lain di berbagai negeri Muslim.
Sejalan dengan pandangan komperhensif IM mengenai Islam, kelompok ini memiliki berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan yang dilandasi oleh paham Islam, seperti pendidikan ideologi (at-Tarbiyah al-Aqaidiyyah), pendidikan spiritual (at-Tarbiyah al-Ruhaniyah), pendidikan akhlak (at-Tarbiyah al-Khuluqiyah), pendidikan sosial (at-Tarbiyah al-Ijtimaiyyah), pendidikan intelektual (at-Tarbiyah al-Aqliyyah), pendidikan politik (at-Tarbiyah al-Siyasah) dan pendidikan olahraga (at-Tarbiyah al-jismiyah).
Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu dari organisasi masyarakat yang berbasiskan agama di negara Mesir, namun jika kita lihat dalam pergerakan setiap organisasi tersebut, hanya Ikhwanul Muslimin lah yang begitu terlihat mencolok dan berani dalam mengambil sebuah tindakan di Mesir. Dalam sejarah perjalanan Ikhwanul Muslimin di Mesir, terdapat banyak kejadian yang terjadi di dalamnya, di mulai dari reaksi positif masyarakat terhadap Ikhwanul Muslimin, hingga reaksi negatif dari kubu pemerintah terhadap Ikhwanul Muslimin yang dimulai dengan pembekuan organisasi Ikhwanul Muslimin dari Mesir, pemenjaraan puluhan bahkan ratusan anggota-anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir, hingga pembebasan Ikhwanul Muslimin dari pembekuan dan pergerakan Ikhwanul Muslimin untuk bertahan di dalamnya.
 Gerakan Al Ikhwan Al Muslimun dibangun oleh Hasan Al Banna tidak lama setelah kejatuhan kekhalifahan Turki Ustmaniyah pada tahun 1924.Hasan Al Banna dengan cermat mendefinisikan Al-Ikhwan Al-Muslimun dengan persepsi Islam yang komprehensif, Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, peradaban dan undang-undang serta jihad dan dakwah.


Objek Kajian
Objek Material: Ilmu Kalam
Objek Formal: Prinsip-prinsip dasar Al-Ikhwan Al-Muslimun dapat disimpulkan dengan : 1. Membentuk individu-individu muslim, 2. Membentuk keluarga-keluarga muslim, 3. Membentuk masyarakat muslim, 4. Membebaskan negeri-negeri muslim, 5. Memperbaiki pemerintahan, 6. Menegakkan eksistensi kenegaraan, 7. Membentuk sokoguru peradaban Islam internasional. Gerakan Al-Ikhwan kemudian menyempurnakan perpindahannya dengan melakukan merger dan penyatuan dengan organisasi Islam serupa yang memiliki basis massa di Kairo. Setelah setahun di Kairo, gerakan Ikhwan melakukan penerbitan suratkabar dan melakukan muktamar (kongres nasional) pertamanya. Sementara itu perkembangan keanggotaan organisasi menunjukkan hal yang signifikan, gerakan Ikhwan telah melebarkan sayap organisasi dengan memiliki lima cabang pada tahun 1930, lima belas cabang pada tahun 1932, tiga ratus cabang pada tahun 1938 dan diperkirakan antara 1,700 sampai 2,000 cabang pada tahun 1948. Jumlah anggota dan kader Ikhwan tidak diketahui dengan pasti, dengan keberadaan tiga ratus cabang organisasi diperkirakan gerakan Ikhwan memiliki 50,000 sampai dengan 150,000 orang anggota pada tahun 1938. Sedangkan perhitungan lain memperkirakan gerakan Ikhwan memiliki 1 juta orang anggota dan simpatisan pada tahun 1948.
Pada awal berdirinya gerakan Al-Ikhwan Al-Muslimun tampil dengan bentuk organisasi keagamaan, sosial dan kemasyarakatan yang menekankan pentingnya pembangunan sosial, pendidikan, dan moral kaum muslimin, jadi merupakan suatu usaha reformasi dari yang sudah lama dirintis tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al- Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Tetapi sistem organisasi yang diterapkan oleh Al-Banna sedemikian praktis dan modern sehingga Al-Ikhwan merupakan organisasi yang secara konkrit mencoba merealisasikan pikiran-pikiran pembaruan Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.Ikhwan memfokuskan gerak organisasinya pada perluasan rekrutmen keanggotaan, diskusi- diskusi mengenai dakwah, perbaikan moral dan keagamaan masyarakat dan juga menjadi organisasi yang melakukan pelayanan sosial pada masyarakat.Dan dalam pertumbuhan selanjutnya Al-Ikhwan menjadi tidak saja sebagai gerakan sosial dan pendidikan, tetapi juga kekuatan sosial-politik yang selalu diperhitungkan baik sebelum maupun sesudah revolusi Mesir tahun 1952. Sebelum organisasi Al-Ikhwan didirikan, sudah banyak gerakan/organisasi dakwah yang didirikan, dan banyak memberikan warna pada pola dakwah Al-Ikhwan. Sehingga Al-Ikhwan dapat mengambil pelajaran berharga dari organisasi-organisasi yang mendahuluinya.

Premis:
1. Membentuk individu-individu muslim,
2. Membentuk keluarga-keluarga muslim,
3. Membentuk masyarakat muslim,
4. Membebaskan negeri-negeri muslim,
5. Memperbaiki pemerintahan,
6. Menegakkan eksistensi kenegaraan,
7. Membentuk sokoguru peradaban Islam internasional


Konklusi:
Ikhwanul Muslimin merupakan salah satu dari organisasi masyarakat yang berbasiskan agama di negara Mesir. Ikhwanul Muslimin didirikan di Mesir pada tahun 1928, pembentukan itu di pelopori oleh Hassan al-Banna dan enam orang rekannnya. Sebelum terbentuknya Ikhwanul Muslimin, pendirinya, Hassan al-Banna, telah lebih dahulu melakukan kegiatan-kegiatan dawah.

DAFTAR PUSTAKA

Chalfan Chairil, Ikhwanul Muslimin, FIB UI, 2014
Mokhtar Efendi, Ensiklopedia Agama dan Flisafat, Palembang: Percetakan Universitas Sriwijaya, 2001).
Muhammad Abdullah Al Khatib, Muhammad Abdul Halim Hamid, Konsep Pemikiran Gerakan Ikhwan : Kajian Analitik Terhadap Risalah Talim, Asy Syaamil Press & Grafika. Bandung, 2001
Robert S. Leiken & Steve Brooke, The Moderat Muslim Brotherhood, Foreign Affairs Magazine, April 9, 2007
Read more

[Hijratu R] Ikhwanul Muslimin

SEJARAH DAN STRATEGI DAKWAH IKHWANUL MUSLIMIN

Objek Kajian :
            Kajian Material : Ilmu Kalam
            Kajian Formal   : Sejarah dan Strategi dakwah ikhwanul muslimin

Read more

Monday, April 22, 2019

(Muhammad Khabib) Ikhwanul muslimin


Muhammad Khabib/B91217080/KPI A2
Ilmu Kalam
Wahabi
  1. Objek Kajian
  1. Objek Material : Ilmu Kalam
  2. Objek Firmal    : Ilmu Kalam dan Hasil Pemikiran Teologi Ikhwanul Muslimin
Ikhwanul muslimin
Ikhwanul Muslimin (IM) adalah satu gerakan Islam   yang mengajak dan menuntut agar tertegaknya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, Seperti Yang Diturunkan Allah Kepada Rasulullah SAW , Dan Diserukan Oleh Para Salafus-Soleh, Bekerja Dengannya Dan Untuknya, keyakinan yang bersih yang berakar teguh dalam hati, pemahaman yang benar yang akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Kini, gerakan IM  tersebar ke seluruh dunia[1].Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba`i, dan lain sebagainya.[2] Lambang Ikhwanul Muslimin adalah dua belah pedang menyilang melingkari al-Qur`an, ayat al-Qur`an (wa’aiddu) dan tiga kata: haq (kebenaran), quwwah (kekuatan) dan hurriyah (kemerdekaan)[3]. Dalam gerakan dan pemikirannya, Ikhwanul Muslimin mewakili masyarakat Mesir yang semakin resah dengan ulah pemimpin politik dan tokoh intelektual Mesir yang sekuler dan IM menjadi pionir bagi gerakan Islam lain di berbagai negeri Muslim.[4]
Hasan Albana pernah berkata : “Dakwah Ikhwanul Muslimin tidaklah ditujukan untuk melawan satu aqidah, agama, ataupun golongan, karena faktor pendorong perasaan jiwa para pengemban dakwah jama’ah ini adalah berkeyakinan fundamental bahwa semua agama samawi berhadapan dengan musuh yang sama, yaitu atheisme[5]

Ide-ide pemikiran politik Ikhwanul Muslimin atau sering disebut sebagai Fikrah Al Ikhwan adalah ide-ide yang muncul dari pemikiran Hasan Al Banna itu sendiri. Ia menetaptkan fikrah Ikhwan pada:
1). Hukum-hukum Islam dan seluruh ajarannya dapat mengatur urusan hidup manusia di dunia dan akhirat,
2). Dasar pengajaran Al-Ikhwan dan seluruh pemahamannya adalah Al Quran dan Sunah Nabi SAW.,
3). Sebagai agama yang kaffah, Islam memiliki kemampuan mengatur persoalan hidup dan semua bangsa dan umat pada segala zaman.[6]
Menurut al Banna, Ikhwan berkeyakinan bahwa khilafah adalah lambang kesatuan Islam dan bukti adanya keterikatan bangsa Muslim.  Ia merupakan identitas Islam yang wajib


[1] Diunduh 28/03/2019 https://inijalanku.wordpress.com/parti2/sejarah-ringkas-ikhwan-muslimin/
[2] Diunduh 28/03/2019 https://almanhaj.or.id/1653-membongkar-kesesatan-dan-penyimpangan-gerakan-dakwah-ikhwanul-muslimin.html
[3] Diunduh 28/03/2019 https://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2013/10/28/7032/hasan-al-banna-ikhwanul-muslimin-dan-nasionalisme.html
[4] Diunduh
[5] Diunduh 28/03/2019 https://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2013/10/28/7032/hasan-al-banna-ikhwanul-muslimin-dan-nasionalisme.html
[6] Diunduh 28/03/2019 https://www.mjamzuri.com/index.php/artikel/politik-hub-internasional/136-ide-politik-dan-dakwah-ikhwanul-muslimin


dipikirkan dan diperhatikan oleh kaum Muslimin. Khalifah adalah tempat rujukan bagi pemberlakuan sebagian besar hukum dalam agama Allah.  Oleh karena itu, para sahabat lebih mendahulukan penanganannya daripada mengurus dan memakamkan jenazah Nabi saw sampai mereka benar-benar menyelesaikan tugas tersebut (memilih khalifah).
Ikhwanul Muslimin tentang nasionalisme dengan konsepsi ummah, yaitu universalisme dan orientasi ketuhanan. Untuk lebih jelasnya dipaparkan dalam sub bab sebagai berikut:
1.      Universalisme
Universalisme disini diartikan “yang meliputi seluruh dunia,” tidak terbatas hanya pada masyarakat arab dan terlepas dari sekat-sekat teritorial dan geografis. Tidak membedakan antara daerah utara dan daerah Selatan, antara daerah timur dan barat dan tidak pula membedakan antara kulit putih dan kulit hitam. Baik sikap Ikhwanul Muslimin tentang nasionalisme maupun konsepsi ummah, keduanya mengindikasikan universalime yang merupakan implikasi dari suatu ikatan aqidah. Dalam kaitannya dengan nasionalisme, Ikhwanul Muslimin menolak bentuk nasionalisme yang terbatas pada wilayah kedaerahan. Yang oleh mereka ungkapkan bahwa kaum nasionalis fanatik tidak memperdulikan semua orang yang ada di luar batas tanah tumpah darahnya. Kaum nasionalis fanatik hanya mengurus semua kepentingan yang terkait langsung dengan apa yang ada dibatas wilayah teritorialnya saja.[1]
salah satu partai yang dipengaruhi dan terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin adalah PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Bahkan, Syeikh Yusuf al-Qaradhawi pernah mengatakan, Partai Keadilan (Setelah itu berganti nama menjadi PKS) adalah perpanjangan tangan Ikhwan di Indonesia. Pernyataan ini dianggap berlebihan oleh sebagian orang, karena tidak ada bukti yang menunjukan bahwa PKS dikontrol oleh Ikwanul Muslimin dan tidak ada pula indikasi PKS menerima komando dari Ikhwanul Muslimin. Namun beberapa peneliti menyebut, ada indikasi bahwa PKS ikut serta secara teratur dalam pertemuan internasional antara Ikhwan
Mesir senior dan perwakilan gerakan dan partai yang dipengaruhi oleh Ikhwanul Muslimin.Jelasnya, keterkaitan PKS dan Ikhwanul Muslimin pernah diakui oleh Anis Matta, salah satu tokoh PKS. Dia mengatakan: “Inspirasi-inspirasi Ikhwanul Muslimin dalam diri Partai Keadilan Sejahtera, kalau boleh digarisbawahi di sini, sesungguhnya memberikan kekuatan pada dua dimensi sekaligus: Pertama, inspirasi ideologis yang salah satunya didisarkan kepada prinsip syumuliyah Islam, yang tidak hanya diperjuangkan oleh Hasan al-Banna, tapi juga pejuang lain. Kedua, inspirasi historis, semacam mencari model dan maket dari sebentuk perjuangan Islam di era keruntuhan Khilafah Islamiyyah dan dominasi imperialisme Barat atas negeri-negeri Muslim.”[2]
mengaitkan Al-Ikhwan Al-Muslimun dengan Al-Asya'irah tidak pernah mengurangkan kedudukannya (IM). Adapun umat Islam itu sendiri, majoritinya adalah Al-Asya'irah dan Al-Maturidiyyah. Dan merekalah dalam kalangan ahli al-sunnah wa al-jamaah yang mana imam-imam mereka adalah Imam Abu Al-Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi. Para ulama' mazhab As-Syafi'e dan mazhab Al-Maliki adalah bermazhab al-asy'ari (dalam aqidah). Golongan Hanafiyyah pula adalah maturidiyyah.[3]
Dari uraian diatas dapat kita tarik premis sebagai berikut :
1.       Ikhwanul muslimin  didirikan oleh hasan al banna
2.       Ikhwanul muslimin terbentuk mewakili masyarakat yang resah akibat politik sekuler dan ingin menerapkan islam sebagai dasar dalam hal politik
3.       Ikhwanul muslimin ingin menyatukan umat islam melalui konsep nasionalismenya
4.       Mayoritas angggota ikhwanul muslimin menganut aqidah asy’ariyah dan maturidiyah

Dari premis diatas dapat kita simpulkan bahwa ikhwanul muslimin adalah organisasi yang didirikan oleh hasan al banna mewakili masyarakat yang resah akibat politik secular dan menginginkan penerapan islam dalam politik mesir sedangkan dalam hal aqidah mayoritas anggota ikhwanul muslimin menganut aqidah asy’ariyah dan al maturidiyah.


[1] Diunduh 28/03/2019 http://digilib.uinsgd.ac.id/cgi/users/login?target=http%3A%2F%2Fdigilib.uinsgd.ac.id%2F1105%2F5%2Fbab2.pdf
[2] Diunduh 28/03/19 https://harakahislamiyah.com/filez/pdf/2018/08/06/518/buku-pintar-ikhwanul-muslimi1.pdf
[3] Diunduh 28/03/19 http://www.al-ahkam.net/home/content/sj-01-0169-pas-ikhwanul-muslimin-bermasalah-aqidah

Read more

[ilyunal] Ikhwanul Muslimin


Nama: Ilyunal Iqbal Kahfi
B91217071
Ikhwanul Muslimin

Kajian Formal             : Ilmu Kalam
Kajian Material           : Doktrin dan Pergerakan Ikhwanul Muslimin

Read more

Tuesday, April 16, 2019