Showing posts with label HTI. Show all posts
Showing posts with label HTI. Show all posts

Thursday, June 27, 2019

(sultan) Hizbut Tahrir


Nama   : M sultan hakim
Nim     : B01217028
Kelas   : A2

Hizbut Tahrir

A      Objek Kajian

a.       Formal:            Ilmu Kalam
b.      Material:          Ilmu Kalam Sejarah Hizbut Tahrir dan Pemikiran Keagamaan

B       Penyajian Data

Hizbut Tahrir didirikan oleh Sheikh Taqiyuddīn al-Nabhāni di Jerussalem. Al- Nabhāni memiliki nama lengkap, Muhammad Taqiyuddīn ibn Ibrāhim ibn Mustafā ibn Yūsuf al Nabhāni. Nama belakangnya, al-Nabhāni, dinisbahkan kepada kabilah Bani Nabhān, yang termasuk orang Arab penghuni Padang Sahara di Palestina.
Hizbut Tahrir didirikan oleh al-Nabhāni dengan landasan nash disertai keprihatinannya terhadap realita yang dihadapi oleh kaum muslimin diseluruh dunia, khususnya di negara-negara Arab, yang tidak berdaya memerdekakan diri mereka sendiri dari intervensi negara Barat, pemimpin-pimimpin yang dianggap lemah hingga kufur, serta pola pikir kebangsaan yang dianggap al-Nabhāni menyebabkan umat muslim didunia tidak bisa bersatu bahkan saling menyerang satu sama lain.
Landasan nash didirikannya Hibut Tahrir oleh al-Nabhāni ialah dalam rangka memenuhi seruan Allah, diantara ayat tersebut adalah: (QS. Al-Ma’idah/5:48), (QS. Al-Ma’idah/5:49) dan (QS. Al-Maidah /5:44).
Disisi lain latar belakang sejarah yang medorong al-Nabhāni mendirikan Hizbut Tahrir ialah upayanya membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang sangat parah, membebaskan umat Islam dari ide-ide, sistem, perundangun dangan dan hukum yang kufur, serta membebaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud untuk membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyyah di muka bumi, sehingga urusan pemerintah dapat dijalankan kembali sesuai dengan apa yang diturunkan Allah.
Transmisi Hizbut Tahrir sebagai gerakan Indonesia terjadi pertama kali pada tahun 1982-1983 melalui M. Mustofa, dan Abdurrahman Al-Baghdadi . M. Mustofa adalah putra pengasuh pondok pesantren Al-Ghazali Bogor, seorang ulama yang berpandangan modernis dan dekat dengan DDII serta Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Abdullah bin Nuh, yang juga dikenal dengan panggilan “mamak”. Mustofa adalah alumnus perguruan tinggi di Yordania. Sedangkan Abdurrahman berasal dari Libanon yang bermigrasi ke Australia yang kemudian tinggal di Indonesia.
Kepemimpinan Hizbut Tahrir dilanjutkan oleh Muhammad Al-Khathath dengan Ismail Yusanto sebagai juru bicara sepeninggal wafatnya “Mamak” Abdullah bin Nuh. Jumlah pengikut Hizbut Tahrir hingga saat ini agak sulit dikonfirmasi, tetapi yang jelas penyebarannya telah terjadi di 33 provinsi Indonesia, bahkan di beberapa privinsi telah menyentuh pedesaan.



Salah satu karakteristik nalar keagamaan kelompok Islam militan adalah menggunakan pendekatan nalar literalis teks sebagai dasar pemikiran pemikirannya. Pendekatan nalar literalis ini merupakan model pemikiran normatif bahwa semua dalam tatanan sosial kehidupan maupun pemikiran harus berangkat dari teks suci dan mangesampingkan campur tangan nalar manusia untuk mengatur kehidupan dan pemikiran. Nalar literalis dan pemahaman tekstual Al-Qur’an dan hadis akan berimplikasi pada ekspresi keberagamaan dan bisa menjadi ekslusif. Dalam kelompok Islam militan mempunyai keyakinan absolut bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang paling benar dan sistem yang di bangun Islam merupakan aturan yang paling unggul di banding sistem hukum produk manusia.
Pemikiran al-Nabhani sangat anti filsafat dengan menyerang paham yang dianggap bertentangan dengan Islam tersebut dijadikan dasar nalar keagamaan anggota Hizbut Tahrir. Kecaman dan kritikan yang tajam al-Nabhani tidak hanya kepada filosof muslim, tetapi juga diarahkan kepada ulama’ yang pro pemikiran Islam liberal. Bagi Hizbut Tahrir langkah yang paling mendesak untuk merubah masyarakat Islam adalah memperbaiki pemikiran Islam, dia mengajak kepada umat Islam untuk kembali kepada pemikiran yang orasional yaitu pemikiran berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Metode berpikir Islam bagi Hizbut Tahri dijadikan sebagai saqafah untuk model yang berpikir Islami.
Demikian juga nalar keagamaan Hizbut Tahrir sangat selektif terhadap bacaan atau kajian-kajian yang bertentangan dengan Islam. Pemikiran tentang sastra, politik, hukum dan akidah harus sesuai dengan Islam. Dari sini tampak jelas militansi pemikiran Hizbut Tahrir terhadap pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran pemikiran Hizbut Tahrir sebagaimana ditegaskan al-Nabhani dalam sistemnya. (Azman, 2018)

C      Premis


1.      Hizbut Tahrir didirikan oleh Sheikh Taqiyuddīn al-Nabhāni di Jerussalem. Al- Nabhāni memiliki nama lengkap, Muhammad Taqiyuddīn ibn Ibrāhim ibn Mustafā ibn Yūsuf al Nabhāni.
2.      Latar belakang sejarah yang medorong al-Nabhāni mendirikan Hizbut Tahrir ialah upayanya membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang sangat parah, membebaskan umat Islam dari ide-ide, sistem, perundangun dangan dan hukum yang kufur, serta membebaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir.
3.      Transmisi Hizbut Tahrir sebagai gerakan Indonesia terjadi pertama kali pada tahun 1982-1983 melalui M. Mustofa, dan Abdurrahman Al-Baghdadi.
4.      Salah satu karakteristik nalar keagamaan kelompok Islam militan adalah menggunakan pendekatan nalar literalis teks sebagai dasar pemikiran pemikirannya. Pendekatan nalar literalis ini merupakan model pemikiran normatif bahwa semua dalam tatanan sosial kehidupan maupun pemikiran harus berangkat dari teks suci dan mangesampingkan campur tangan nalar manusia untuk mengatur kehidupan dan pemikiran.



D        Konklusi

Gerakan Hizbut Tahrir didirikan oleh oleh Sheikh Taqiyuddīn al-Nabhāni di Jerussalem. Al- Nabhāni memiliki nama lengkap, Muhammad Taqiyuddīn ibn Ibrāhim ibn Mustafā ibn Yūsuf al Nabhāni. Gerakan ini berdiri karena dilatar belakangi dengan upayanya membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang sangat parah, membebaskan umat Islam dari ide-ide, sistem, perundangun dangan dan hukum yang kufur, serta membebaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir.
Kemudian gerakan ini muncul di Indonesia didirikan oleh M. Mustofa, dan Abdurrahman Al-Baghdadi pada tahun 1982-1983. Pandangan keagamaan islam gerakan ini ialah menggunakan pendekatan nalar literalis teks sebagai dasar pemikiran pemikirannya. Pendekatan nalar literalis ini merupakan model pemikiran normatif bahwa semua dalam tatanan sosial kehidupan maupun pemikiran harus berangkat dari teks suci dan mangesampingkan campur tangan nalar manusia untuk mengatur kehidupan dan pemikiran.


Read more

Tuesday, April 23, 2019

Irene Wulansari - Hizbut Tahrir Indonesia dan Al Qaeda


Nama   : Irene Wulansari
NIM    : B01217023

Objek kajian:
Kajian formal              : Teologi Hizbut Tahrir Indonesia dan Al Qaeda
Kajian material            : Ilmu kalam
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik yang bergerak di luar parlemen. Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada awal dekade tahun 1980-an. Gerakan dakwah kampus muncul ketika M. Natsir dkk mendirikan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), setelah kiprah politik eks Masyumi dikebiri dan adanya pergeseran pemikiran Nur Kholis Madjid yang kala itu dijuluki “Natsir muda”. Massa HTI kebanyakan dari kalangan intelektual, khususnya mahasiswa Teknik, bahasa maupun pelajar dari sekolah umum/STM. Aktivis HTI pernah bersatu bersama jamaah Tarbiyah dalam wadah Lembaga dakwah kampus (LDK).
Fadh Ahmad Arifan, Paham Keagamaan Hizbut Tahrir Indonesia, 23 April 2019, https://www.google.co.id/url?q=http://lp2m.um.ac.id/wp-content/uploads/2014/03/d.pdf&sa=U&ved=2ahUKEwj62uCxruXhAhWLwI8KHQ_QBw4QFjAIegQIBBAB&usg=AOvVaw38mwXNNo5eAXwyyVIV9Wlh

MODEL DAKWAH HTI
Satu tujuan HTI yakni mendirikan ad-daulah al-Islâmiyyah dengan sistem khilâfah adalah agar memudahkan melakukan dakwah amar makruf nahi munkar. HTI mengikuti metode dakwah Rasulullah saw, karena beliaulah contoh teladan yang baik (Q.S. al-Ahzab/33: 21). HT menerapkan operasionalisasi dakwah Rasulullah saw yang dibagi dalam tiga tahap, yakni:
1. Tahap tatsqif (pembinaan dan pengkaderan).
2. Tahap tafa’ul (berinteraksi) dengan umat, agar umat melaksanakan ajaran Islam dengan baik dalam kehidupannya.
3. Tahap istilamu al-hukmi (penerimaan kekuasaan), untuk menerapkan Islam secara praktis dan menyeluruh serta mendakwahkan risalah Islamiyah ke seluruh dunia.
Tahapan dakwah ini oleh HT juga diterapkan dalam tahapan untuk meraih kekuasaan.
Sudarno Shobron, MODEL DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA, 23 April 2019, https://www.google.co.id/url?q=http://journals.ums.ac.id/index.php/profetika/article/download/1966/1379&sa=U&ved=2ahUKEwiBju_UteXhAhXJZCsKHWqCC1k4ChAWMAB6BAgEEAE&usg=AOvVaw2nLVjs5-Oi-5o0-RFv4SHF

Landasan Pemikiran Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir selama ini melakukan serangkaian pengkajian,  penelitian, dan studi terhadap keadaan umat dan kemerosotan yang dideritanya. Pada saat yang sama, Hizbut Tahrir juga melakukan serangkaian penelaahan –sebagai perbandingan, – terhadap situasi masa Rasulullah Saw, masa Khulafaur Rasyidin, dan masa tabi‘in. Upaya ini dilakukan dengan senantiasa merujuk pada Sirah Rasulullah Saw dan metodenya dalam mengemban dakwah (sejak awal hingga beliau berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah), serta perjalanan hidupnya di Madinah. Upaya ini juga dilakukan dengan merujuk pada Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya, yakni Ijma Sahabat dan Qiyas, di samping merujuk pula pada berbagai pendapat para imam mujtahid. Setelah melakukan serangkaian upaya di atas, Hizbut Tahrir lalu memilih dan menetapkan ide-ide, pendapat-pendapat, dan hukum-hukum; baik secara konseptual (fikrah) maupun metode operasionalnya (thariqah).
Sadari, Agama dan Negara Menakar Pandangan HTI Tentang Khilafah dan Demokrasi, 23 April 2019, https://www.google.co.id/url?q=http://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii/article/download/1059/7&sa=U&ved=2ahUKEwiBju_UteXhAhXJZCsKHWqCC1k4ChAWMAF6BAgHEAE&usg=AOvVaw372Jm2DN84yizMHEgHWB_4

Al Qaeda
Al Qaeda (AQ) tidak bisa dilepaskan dari peran Osama bin Laden. Ia adalah anak dari seorang konglomerat bidang konstruksi Saudi asal Yaman. Bin Laden memiliki pandangan konservatif sejak usia muda dan ia telah mengadopsi pandangan militan Islam saat belajar di King Abdul Aziz di Universitas di Jeddah, Arab Saudi.
Pada Oktober 2012, pemimpin AQ pasca tewasnya Osama bin Laden, Ayman Al Zawahiri, menyebarluaskan pesan video yang berisi pernyataan bahwa Bin Laden adalah anggota IM cabang Arab Saudi. Namun pada tahun 1980-an, ia dikeluarkan dari IM karena dia bersikeras untuk ikut berperang di Afganistan.
Osama Bin Laden melakukan kunjungan pertamanya ke Afganistan beberapa tahun setelah invasi Soviet, Desember 1979, dan kemudian pindah ke daerah-daerah di Pakistan dekat perbatasan Afghanistan pada tahun 1986. Ia menggunakan sebagian dana pribadinya untuk membantu kelompok mujahidin Afghanistan dan melakukan perekrutan relawan dari berbagai negara Arab untuk berperang. Pada tahun 1984, Azzam dan Bin Laden membangun sebuah jaringan rekrutmen dan penggalangan dana di dunia Arab, Eropa, dan Amerika Serikat. Jaringan tersebut dinamai Maktab Al Khidmat, atau dikenal juga dengan Al Khifah. Banyak pengamat menilai bahwa Maktab adalah pelopor dari organisasi AQ.
Pada 11 Agustus 1988, Bin Laden bertemu dengan Ayman Al Zawihiri dan Dr. Fadl, dua aktivis IM asal Mesir, dan mereka bersepakat untuk membentuk Al Qaeda (AQ). Serangan bom pertama AQ terjadi pada tanggal 29 Desember 1992 di Hotel Gold Mihor, Aden (Yaman), yang menewaskan dua orang, (Wander, 2008).
Dalam wawancaranya dengan salah satu media pada 1998, osama bin Laden semakin mempertegas dan mengatakan target jihad AQ adalah semua rakyat Amerika, “Kami tidak membedakan antara mereka yang berpihak dengan militer dan warga sipil. Mereka semua adalah target, jika rakyat Amerika tidak ingin dirugikan dalam negara mereka sendiri, mereka harus berusaha untuk memilih pemerintah yang benar￾benar mewakili dan melindungi kepentingan mereka.” Bin Laden juga melanjutkan, “Setiap orang Amerika yang membayar pajak kepada pemerintahannya menjadi target kami karena telah membantu perang Amerika melawan negara muslim.” (Orbach, 2001:60). Fatwa Osama Bin Laden berdampak luas terhadap arah gerakan kelompok jihadis, khususnya yang berafiliasi dengan AQ.
Rijal Mamdud, Genealogi Gerakan Ikhwan Al Muslimin dan Al Qaeda di Timur Tengah, 23 April 2019, https://www.google.co.id/url?q=https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/download/15/19/&sa=U&ved=2ahUKEwjkpe7CveXhAhWhguYKHcdvAPwQFjAAegQIBBAB&usg=AOvVaw3MyC67PYHC1ymDbtvpppCd

Premis
  1. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik yang bergerak di luar parlemen. Masuk ke Indonesia pada awal dekade tahun 1980-an.
  2. Operasionalisasi dakwah Rasulullah saw yang dibagi dalam tiga tahap, yakni: Tahap tatsqif (pembinaan dan peng￾kaderan), tahap tafa’ul (berinteraksi) dengan umat, dan tahap istilamu al-hukmi (penerimaan kekuasaan).
  3. Senantiasa merujuk pada Sirah Rasulullah Saw, Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, Ijma Sahabat dan Qiyas.
  4. Al Qaeda (AQ) tidak bisa dilepaskan dari peran Osama bin Laden.
  5. Osama Bin Laden melakukan kunjungan pertamanya ke Afganistan beberapa tahun setelah invasi Soviet, Desember 1979, dan kemudian pindah ke daerah-daerah di Pakistan dekat perbatasan Afghanistan pada tahun 1986. Ia menggunakan sebagian dana pribadinya untuk membantu kelompok mujahidin Afghanistan dan melakukan perekrutan relawan dari berbagai negara Arab untuk berperang.
  6. Serangan bom pertama AQ terjadi pada tanggal 29 Desember 1992 di Hotel Gold Mihor. Osama bin Laden semakin mempertegas dan mengatakan target jihad AQ adalah semua rakyat Amerika.

Konklusi
Hizbut tahrir masuk ke Indonesia pada awal dekade tahun 1980-an. HTI menerapkan 3 proses dakwah, tatsqif (pembinaan dan peng￾kaderan), tahap tafa’ul (berinteraksi) dan tahap istilamu al-hukmi (penerimaan kekuasaan). Mereka merujuk pada Sirah Rasulullah Saw, Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, Ijma Sahabat dan Qiyas.
Osama bin Laden adalah tokoh utama Al Qaeda. Ia menggunakan hartanya untuk membantu kelompok mujahidin Afghanistan dan melakukan perekrutan relawan dari berbagai negara Arab untuk berperang. Serangan bom pertama AQ terjadi pada tanggal 29 Desember 1992. Sasaran utama jihad AQ adalah semua rakyat Amerika.

Read more

Milawati Ainun Nisa "HTI"

Nama : Milawati Ainun  Nisa
Nim : B91217076
Kelas : A2
Hizbut Tahrir Indonesia

A. Sejarah Awal Berdirinya HTI
Hizbut Tahrir atau Liberation Party (Partai Pembebasan) merupakan organisasi politik Islam ideologi berskala Internasional yang aktif memperjuangkan dakwah Islam, agar umat Islam kembali kepada kehidupan Islam melalui tegaknya khilafah Islamiyah.1 Hizbut Tahrir didirikan oleh Taqiyuddin al Nabhani pada tahun 1952 di Quds, Palestina.2 Taqiyuddin al Nabhani lahir di Ijzim pada tahun 1909, yakni sebuah desa yang terletak di distrik Haifa, Palestina. Taqiyuddin masih tergolong keturunan Bani Nabhan, suku tua Arab yang mendiami wilayah bagian utara Palestina.
Hizbut Tahrir bukanlah sebuah organisasi kerohanian, melainkan organisasi politik yang bermaksud untuk membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang sangat parah, membebaskan umat Islam dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara Barat. Selain itu kemunculan Hizbut Tahrir juga bermaksud untuk membangun kembali Daulah Islamiyah di muka bumi, sehingga urusan pemerintahan dapat dijalankan kembali sesuai dengan apa yang diturunkan oleh Allah.
Berangkat dari perjuangan ideologis dan berbekal pengalaman kegagalan dari sejumlah gerakan Islam, Hizbut Tahrir sebagai gerakan yang meluruskan dan bertujuan untuk menegakkan kembali kejayaan Islam dengan menegakkan kembali khalifah Islamiyah. sebagaimana yang Allah firmankan dalam al-Quran surah al-Imron (3):104.
Artinya: Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang maruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Selain itu, sebagaimana yang dijelaskan oleh Taqiyuddin bahwasanya Hizbut tahrir berdiri disebabkan oleh beberapa hal:
Pertama, bahwasanya umat Islam mempelajari Islam dengan cara yang bertentangan dengan metode kajian yang telah digariskan Islam. Lain dari itu menurut Taqiyuddin banyak umat Islam yang keliru memahami firman Allah (QS. at-Taubah (9):122).
Artinya: Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.
Kedua, bahwasanya dunia Barat yang dengki dan membenci Islam dan sebagian kaum muslim yang terus menerus menyerang agama Islam. Di satu sisi mereka mencela Islam dengan cara mengada-adakan sesuatu yang tidak ada dalam Islam, sementara di sisi lain mereka menjelek-jelekan sebagian hukum-hukum Islam, padahal semuanya adalah hukum-hukum yang tidak diragukan lagi kebenarannya dalam memecahkan masalah dan persoalan hidup.
Ketiga, sebagai akibat menyusutnya Daulah Islamiyah karena banyaknya negeri-negeri Islam yang melepaskan diri lalu tunduk kepada pemerintahan kufur, apalagi disusul dengan runtuh dan lenyapnya Daulah Islamiyah, maka terciptalah dalam benak kaum muslim gambaran yang memustahilkan terwujudnya kembali Daulah Islamiyah berikut terlaksananya kembali hukum Islam sebagai satu-satunya hukum yang harus diterapkan. Inilah yang mengakibatkan mereka bersedia menerima begitu saja hukum lain yang bukan berasal dari Allah Swt.

B. Objek Kajian
Objek Material: Ilmu Kalam
Objek Formal: Kegiatan dakwah banyak dilakukan oleh Hizbut Tahrir dengan mendidik dan membina masyarakat melalui training pengenalan tsaqafah (kebudayaan) Islam, memahamkan masyarakat tentang aqidah Islamiyah yang benar. Dakwah Hizbut Tahrir lebih banyak ditampakkan dalam aspek pergolakan pemikiran (ash shira al-fikr). Selain itu, Hizbut Tahrir juga yang memperkenalkan istilah ghazw alfikr (perang pikiran) sebagai upaya meluruskan pemikiran-pemikiran dan persepsi-persepsi yang salah, membebaskan dari pengaruh ide-ide barat, dan menjelaskan sesuatu ketentuan Islam.
Metode yang ditempuh dalam rekrutmen dan pembinaan anggota adalah dengan mengambil thariqah (metode) dakwah Rasulullah. Menurut pemikiran Hizbut Tahrir kondisi kaum muslim saat ini hidup di darul kufur (wilayah orang- orang kafir) karena mereka menerapkan hukum-hukum kufur yang tidak diturunkan Allah, maka keadaan mereka serupa dengan Makkah ketika Rasulullah diutus untuk menyampaikan risalah Islam. Untuk itu fasi Makkah dijadikan tempat berpijak dalam mengemban dakwah dan mensuritauladani Rasulullah hingga berhasil mendirikan suatu Daulah Islamiyah di Madinah.
Dengan mencoba pola dakwah Rasulullah, Hizbut Tahrir juga merumuskan tiga tahapan dalam berdakwah (marhalah al-dawah) sebagai strategi, yaitu:
Pertama, tahapan pembinaan dan pengkaderan (marhalah al-tatsqif), melalui halaqah-halaqah. Tahapan ini dilaksanakan untuk membentuk kader-kader yang mempercayai pemikiran dan model Hizbut Tahrir dalam rangka pembentukan kerangka tubuh partai.
Kedua, tahapan berinteraksi dengan umat (marhalah tafaul alal ummah). Tahapan ini dilaksanakan agar umat turut memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat menjadikan Islam sebagai permasalahan umatnya, berjuang untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan.
Ketiga, tahapan pengambil alihan kekuasaan (marhalah istilam al-hukm). Tahapan ini dilaksanakan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia.
Hizbut Tahrir berjuang dan bergerak di tengah-tengah masyarakat dengan melontarkan wacana mendirikan kembali khilafah Islamiyah. Adapun maksud dan arti didirikannya khilafah oleh Hizbut Tahrir diantaranya adalah:
1. Penegakan hukum-hukum syariah di tengah-tengah kaum muslim, sekaligus pencampakan hukum-hukum kufur yang diterapkan atas mereka saat ini.
2. Penyebaran Islam ke seluruh dunia melalui dakwah dan jihad untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
3. Penyatuan negeri-negeri kaum muslim di dalam lindungan satu negara di bawah kepemimpinan seorang khalifah. Tegaknya khalifah menandakan berakhirnya perpecahan dan ketercerai-beraian yang sengaja diadakan oleh kaum kafir dan kaki tangan mereka di negeri-negeri kaum muslim.
4. Pengembalian ikatan ukhuwah Islamiyah, sebagaimana sabda Nabi bahwa seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Karena itu, ikatan ukhuwah adalah satu-satunya ikatan yang menggantikan ikatan-ikatan Jahiliyah seperti ikatan patriotisme, nasionalisme, kesukuan dan yang lainnya, yang telah memecah belah kaum muslim saat ini.
5. Kembalinya umat mendapatkan kekuasaannya yang telah dirampas. Umat juga memegang kembali kehendak dan keputusan di tangan mereka sendiri.
6. Pembebasan negeri-negeri kaum muslim yang dikuasai oleh kekuasaan yang zalim, seperti Irak, Afganistan, Kashmir, Timor Timur dan yang lain sebagainya.
7. Realisasi jaminan pemenuhan makanan pokok bagi kaum muslim dengan menempuh strategi-strategi yang bertujuan menjamin pencapaian swasembada bahkan lebih baik, baik dari hasil pertanian, peternakan, perikanan laut maupun darat.

PREMIS
1. Organisasi politik yang bermaksud untuk membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang sangat parah.
2. Hizbut Tahrir sebagai gerakan yang meluruskan dan bertujuan untuk menegakkan kembali kejayaan Islam dengan menegakkan kembali khalifah Islamiyah.
3. Mendidik dan membina masyarakat melalui training pengenalan tsaqafah (kebudayaan) Islam, memahamkan masyarakat tentang aqidah Islamiyah yang benar.
4. Dakwah Hizbut Tahrir lebih banyak ditampakkan dalam aspek pergolakan pemikiran (ash shira al-fikr).
5. Menggunakan thariqah (metode) dakwah Rasulullah.

KONKLUSI
Salah satu organisasi Islam yang paling bersuara nyaring dan gigih memperjuangkan formalisasi syariat Islam adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organisasi Islam yang menjadi bagian dari Hizbut Tahrir yang berkembang di sejumlah Negara Arab dan merupakan gerakan Islam yang bercorak transnasional yang berpusat di Yerussalem dan Yordania. Sebagai bagian dari Hizbut Tahrir, HTI juga sangat menekankan pentingnya peran negara (dawlah) atau kekhilafahan sebagai sarana penerapan syariah Islam. Syariah dalam pandangan Hizbut Tahrir ini harus ditopang oleh kekuatan negara. Oleh karena itu, kelompok ini mengusung ide perlunya mendirikan kembali khilafah Islamiyah atau kekhilafahan Islam.


Daftar Pustaka

Abdullah, Mafahim Hizbut Tahrir. Jakarta. Hizbut Tahrir Indonesia, 2001
Hizbut Tahrir, Strategi Dakwah Hizbut Tahrir, terj. Abu Fuad dan Abu Raihan. Bogor. Pustaka Thariqul Izzah, 2000
Hizbut Tahrir, Titik Tolak Perjalanan Dakwah Hizbut Tahrir, terj. Muhammad Maghfur. Bogor. Pustaka Thariqul Izzah, 2000
 Jamhari, Jajang Jahroni, Gerakan Salafi Gerakan di Indonesia Jakarta. Grafindo Persada, 2004
Tim Hizbut Tahrir, Mengenal Hizbut Tahrir dan Strategi Dakwah Hizbut Tahrir Bogor. Thariqul Izzah, 2007
Read more

[ Hijratu R Nadzifa ] HTI dan Al - Qaeda

Nama : Hijratu Rahmatin Nadzifa
NIM   : B01217021/A2
HTI dan Al – Qaedah
Objek Kajian :
            Kajian Material : Ilmu Kalam
            Kajian Formal   : Konsep Politik

Read more

[Fathiyah Khasanah] HIZBUT TAHRIR DAN AL QAEDA DALAM PERSPEKTIF POLITIK


HIZBUT TAHRIR DAN AL QAEDA DALAM PERSPEKTIF POLITIK

A.   OBJEK MATERIAL
Ilmu Kalam
B.    OBJEK FORMAL
KONSEP POLITIK AL QAEDA
Al Qaeda adalah idea atau paham extrime dari beberapa warga Timur Tengah yang tidak menerima penguasa2 di Timur Tengah yang terlalu represif. Kevakuman pemimpin yang bijak yang terjadi membuat banyak pejuang2 dari negara2 Timur Tengah menentang pemerintahan yang ada. Ideologi Al Qaeda menginginkan isosalasi yang lengkap dari pengaruh asing di negara-negara Muslim, dan penciptaan sebuah kekhalifahan Islam yang baru. Ideologi ini termasuk bahwa aliansi Kristen-Yahudi bersekongkol untuk menghancurkan Islam, yang sebagian besar diwujudkan dalam aliansi AS-Israel, dan bahwa pembunuhan para pengamat dan warga sipil adalah agama dibenarkan dalam jihad. Ideologi Al Qaeda juga dikenal sebagai Front Islam Internasional untuk jihad melawan Tentara Salib dan Yahudi. Ideologi manajemen Al Qaeda digambarkan sebagai"sentralisasi keputusan dan pelaksanaan desentralisasi." [1]

Read more